Setelah sekian lama menghilang atau lebih tepatnya menghilangkan diri dari dunia per-bloger-an. Akhirnya saya memberanikan diri lagi dari muncul ke hadapan khalayak ramai. (asem,, bosoku kaku tenan ki). Saya sadar ternyata berdiam diri itu tidaklah mengasikan, karena saya sendiri orangnya gak bisa diem, ganteng, keren, atau apalah itu namanya.
Tapi yang akan saya bahas disini jelas bukan tentang munculnya kembali “new bie” yang pensiun dini, yang akan saya bahas disini adalah kisah dalam dongeng melawan realita atau kenyataan yang ada di dunia manusia, bukan dunia dongeng miliknya para peri dan liliput (alah). Sebelumnya mungkin akan ada banyak spekulasi-spekulasi yang beredar di dalam kepala pembaca sekalian, jika tidak saya jelaskan secara rinci apa alasan saya berhenti menggauli blog saya ini. Tapi terserah apa spekulasi kalian, yang jelas saya hadir kembali (sok laris). Sebelum volume ke-pede-an saya semakin meningkat dari level ke level, lebih baik kembali ke topik utama.
Yaahhh, seperti yang banyak kawan-kawan saya alami. Terkadang mereka merasa hidup itu tidak seindah yang ada di dongeng-dongeng. Pangeran berkuda putih yang menjemput sang ratu, akhir yang mengharukan, happy ending, semuanya itu mereka anggap hanya ada di negeri dongeng. Bagi saya, mungkin perasaan itu tumbuh akibat kurang bersyukur. Coba baca tulisan saya yang ini. Setahu saya, gak semua dongeng itu berakhir bahagia kok.
Satu hal yang perlu kita ingat, sebaik apapun dongeng itu berakhir. Tentu lebih baik kehidupan yang nyata, namun kehidupan yang nyata itu harus kita jalani dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Setiap penulis memiliki khayalanya masing-masing untuk dituliskan di ceritanya. Saya pun begitu, meski baru belajar menulis, saya pernah berkhayal memimpikan yang indah-indah sambil berharap khayalan itu akan menjadi realita dalam hidup saya. Namun saya sadar, kalau saya tidak hidup di negeri dongeng. Tapi saya hidup di dunia yang nyata adanya.
Setidaknya, saya mencoba mulai dari sekarang untuk membuat happy ending dalam hidup saya yang nyata. Walaupun tidak harus muluk-muluk seperti yang dicontohkan dalam dongeng, namun cukup membahagiakan buat saya dan orang-orang terdekat saya… (gak nyangka bisa bilang begini ^^)
Oh ya,, sekalian mau ngucapin “ Mohon Maaf Lahir Batin “ buat semua yang baca tulisan ini. Dan terima kasih banyak buat “kamu” yang sudah bikin saya niat ngeblog lagi. Si Kamu ini calon bloger lho,, he he he…(don't mind)