Sabtu, 26 September 2009

Dongeng Vs Realita

4 komentar

Setelah sekian lama menghilang atau lebih tepatnya menghilangkan diri dari dunia per-bloger-an. Akhirnya saya memberanikan diri lagi dari muncul ke hadapan khalayak ramai. (asem,, bosoku kaku tenan ki). Saya sadar ternyata berdiam diri itu tidaklah mengasikan, karena saya sendiri orangnya gak bisa diem, ganteng, keren, atau apalah itu namanya.


Tapi yang akan saya bahas disini jelas bukan tentang munculnya kembali “new bie” yang pensiun dini, yang akan saya bahas disini adalah kisah dalam dongeng melawan realita atau kenyataan yang ada di dunia manusia, bukan dunia dongeng miliknya para peri dan liliput (alah). Sebelumnya mungkin akan ada banyak spekulasi-spekulasi yang beredar di dalam kepala pembaca sekalian, jika tidak saya jelaskan secara rinci apa alasan saya berhenti menggauli blog saya ini. Tapi terserah apa spekulasi kalian, yang jelas saya hadir kembali (sok laris). Sebelum volume ke-pede-an saya semakin meningkat dari level ke level, lebih baik kembali ke topik utama.


Yaahhh, seperti yang banyak kawan-kawan saya alami. Terkadang mereka merasa hidup itu tidak seindah yang ada di dongeng-dongeng. Pangeran berkuda putih yang menjemput sang ratu, akhir yang mengharukan, happy ending, semuanya itu mereka anggap hanya ada di negeri dongeng. Bagi saya, mungkin perasaan itu tumbuh akibat kurang bersyukur. Coba baca tulisan saya yang ini. Setahu saya, gak semua dongeng itu berakhir bahagia kok. Ada pula dongeng yang berakhir menyedihkan dengan kematian yang sia-sia atau lain sebagainya.


Satu hal yang perlu kita ingat, sebaik apapun dongeng itu berakhir. Tentu lebih baik kehidupan yang nyata, namun kehidupan yang nyata itu harus kita jalani dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Setiap penulis memiliki khayalanya masing-masing untuk dituliskan di ceritanya. Saya pun begitu, meski baru belajar menulis, saya pernah berkhayal memimpikan yang indah-indah sambil berharap khayalan itu akan menjadi realita dalam hidup saya. Namun saya sadar, kalau saya tidak hidup di negeri dongeng. Tapi saya hidup di dunia yang nyata adanya.


Setidaknya, saya mencoba mulai dari sekarang untuk membuat happy ending dalam hidup saya yang nyata. Walaupun tidak harus muluk-muluk seperti yang dicontohkan dalam dongeng, namun cukup membahagiakan buat saya dan orang-orang terdekat saya… (gak nyangka bisa bilang begini ^^)


Oh ya,, sekalian mau ngucapin “ Mohon Maaf Lahir Batin “ buat semua yang baca tulisan ini. Dan terima kasih banyak buat “kamu” yang sudah bikin saya niat ngeblog lagi. Si Kamu ini calon bloger lho,, he he he…(don't mind)

Rabu, 24 Juni 2009

Kisah Susah 2

3 komentar

Huft,, hari-hari yang melelahkan berlalu. Akhirnya urusan sekolah selesai juga. Beberapa membawa kebahagian namun yang namanya masalah tetap saja ada. Tadinya saya ingin membuka perjumpaan ini dengan hal-hal yang serba “ waaw asyikk “,, namun ada sebuah kisah yang menarik. Ini tentang seorang kawan yang mengalami satu dari ribuan atau mungkin jutaan, milyaran, bahkan triliyunan cobaan dalam hidup ( bukan lebay lho ini ). Yowislah, tanpa bertele-tele lagi kita masuk ke bagian ceritanya..


Jreng-jreng . . .


“ Tiga tahun lalu, seorang pria yang melacurkan hidupnya pada hal-hal gak penting, bergembira ria (alah) sebab pada hari itu dia bertemu dengan seseorang yang dapat merubah kesehariannya di kemudian hari. Mulailah dia bersemangat menjalani hari-hari, menghabiskan waktu dengan hal-hal yang bisa dikatakan lumayan penting. Sampai akhirnya dia tahu, kalau ternyata dia harus memendam rasanya jauh didalam hatinya. Dikarenakan sang malaikat pembawa kebahagiaan tadi, memberikan kebahagian yang lebih pada pria lain.


Hampir selama dua tahun lebih ia hanya bisa menjadi pemuja rahasia ( lagunya Sheila on 7 ). Dan selama itu pula dia memendam perasaannya itu, namun perasaan yang terpendam itu dapat terlihat dari goresan-goresan tangannya diatas kertas, baik dalam bentuk gambar ataupun tulisan ( tapi bukan blog saya ini ). Sampai pada suatu saat, sang malaikat datang kepadanya membawa setetes air dari telaga kebahagiaan. Sedikit harapan yang terus membesar dia rasakan. Terus dan terus, hingga ketika ingin mencapai puncaknya dia sadar kalau ia berbeda dengan dirinya. Dia sadar dia telah salah, dia tidak mungkin bisa berdampingan dengan malaikat. Karena dia hanyalah manusia biasa yang tidak memiliki sayap seperti malaikat.


Kini, malaikat itu seakan-akan terus terbang menjauh meninggalkan dirinya. Rasa yang muncul kembali ke permukaan setelah dipendam. Terpaksa harus ia masukan dalam peti, lalu dia kunci rapat-rapat untuk kemudian di kubur lebih jauh dari sebelumnya. Tapi apa mungkin dia bisa melakukan semua itu, sedangkan dia masih berharap kalau saja suatu saat nanti, malaikat itu mematahkan sayapnya untuk dapat hidup berdampingan dengannya.”



Huuuhhh,, cerita yang gak masuk akal memang. Tapi harus kita ingat, bahwa memang kemampuan setiap manusia ada batasnya, namun usaha manusia tidak akan ada habisnya hingga selesai.




*mungkin saya akan ambil cuti yang lebih lama lagi dari sebelumnya, atau mungkin pensiun dini dalam dunia blogger ini.. Karena gak ada dukungan lagi coyy…*

Minggu, 08 Februari 2009

Cuti NgeBlog



Semakin padatnya kegiatan yang saya jalani di sekolah, membuat saya jarang mengupdate blog aneh ini. Walhasil, setelah berbagai bertimbangan saya pikirkan. Akhirnya saya putuskan untuk istirahat selama beberapa bulan hingga segala urusan yang bersangkutan dengan sekolah benar – benar selesai. Bagi yang sudah berkunjung terima kasih dan mohon maaf bila saya belum bisa balas berkunjung.



Salam hangat selalu . . .

 

Tulisan Richo Copyright © 2008 Black Brown Art Template by Ipiet's Blogger Template